Suarapatriot.com | Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menitikberatkan penguatan sistem pengendalian arus dan manajemen penyeberangan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026).
Rakor yang dipimpin Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar itu memfokuskan pembahasan pada potensi lonjakan mobilitas nasional yang diproyeksikan mencapai 143,91 juta orang saat Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam paparannya, Menteri Perhubungan menyebut angka tersebut memang turun 1,75 persen dibanding survei tahun sebelumnya, namun realisasi di lapangan berpotensi lebih tinggi. Lampung menjadi salah satu wilayah kunci karena berperan sebagai pintu utama arus kendaraan dan penumpang dari Jawa menuju Sumatera.
“Lintas Jawa–Sumatera selalu menjadi barometer nasional. Karena itu, pengendalian di simpul penyeberangan harus betul-betul terukur,” ujar Dudy.
Simpul krusial yang dimaksud adalah arus penyeberangan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni. Pada periode puncak, volume penumpang dan kendaraan di Bakauheni bisa melonjak berkali lipat dibanding hari normal.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengungkapkan bahwa pada Lebaran sebelumnya terjadi kenaikan pergerakan penumpang sekitar 10 persen di seluruh moda transportasi. Tahun ini, strategi pengendalian difokuskan pada penerapan delaying system melalui 10 titik buffer zone di ruas tol dan jalan arteri menuju pelabuhan.
Selain itu, sistem geofencing dan tiket elektronik Ferizy akan diperkuat. Melalui skema ini, kendaraan yang belum memiliki tiket tidak dapat memasuki radius tertentu kawasan pelabuhan.
“Dengan geofencing, hanya kendaraan bertiket yang bisa mendekat ke pelabuhan. Ini untuk mengurangi antrean dan menutup celah praktik percaloan,” kata Bambang.
Di sisi lain, Gubernur Mirza menekankan bahwa kesiapan sistem harus ditopang oleh infrastruktur yang memadai. Ia menyebut kondisi jalan provinsi dengan status mantap telah mencapai 79,79 persen dan ditargetkan bebas lubang sebelum puncak arus mudik.
Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat seperti diskon angkutan udara dan kereta api, diskon tarif tol, program mudik gratis, hingga penerapan Work From Anywhere (WFA) dan cuti bersama berpotensi memengaruhi pola pergerakan masyarakat. Distribusi waktu mudik yang lebih fleksibel diharapkan mampu mengurai kepadatan, meski tetap perlu diantisipasi dengan manajemen lapangan yang disiplin.
Secara nasional, Kemenhub menyiapkan 31.000 unit bus, 829 kapal laut, 3.821 rangkaian kereta api, 392 pesawat, dan 255 kapal penyeberangan. Untuk lintas Jawa–Sumatera, disiapkan lima jalur penyeberangan, termasuk Merak–Bakauheni serta rute alternatif Ciwandan dan BBJ Bojonegara.
Khusus angkutan darat, pembatasan operasional truk sumbu tiga ke atas akan diberlakukan tanpa diskresi selama masa angkutan Lebaran, kecuali bagi kendaraan pengangkut BBM, pupuk, bantuan bencana, dan kebutuhan pokok.
Di sektor perkeretaapian, perhatian juga diberikan pada 139 perlintasan sebidang di Lampung. Kemenhub menambah 129 petugas penjaga guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api selama periode mudik dan balik.
Melalui pendekatan berbasis sistem kendali, digitalisasi tiket, serta penguatan infrastruktur dan personel, Rakor ini menegaskan bahwa keberhasilan Angkutan Lebaran 2026 di Lampung tidak hanya bergantung pada kapasitas armada, tetapi juga pada disiplin manajemen arus di titik-titik kritis nasional.
Rilis






